Black out – aksi protes terhadap SOPA

Hari ini 18 Januari 2012 saya merasa agak heran saat membuka http://wordpress.com kok tampilan home-nya banyak hitam-hitamnya. Makin bingung lagi saat membuka kamus ajaib saya bung http://en.wikipedia.org ternyata juga menampilkan page yang berbeda.

Selidik-selidik (pake gaya detektif hehe..) ternyata sedang ada tindakan protes beberapa website terhadap aturan yang sementara dibahas kongres Amerika Serikat yang diberi nama Stop Online Piracy Act (SOPA).
Protes ini untuk meminta agar sejumlah pasal yang ada dalam undang-undang tersebut di hilangkan karena dinilai akan sangat mengekang kebebasan berbicara di dunia Internet.

Well… semoga undang-undang ini dibatalkan yah, ga kebayang kalo dunia internet dan informasi2 free yang bisa kita akses akhirnya malah harus ditutup hiks…

wikipedia screen shot 18 Jan 2012 jam 4.42 pm

wordpress screenshot 18 Jan 2012 jam 4.43 pm

sumber: http://andretauladan.blogspot.com/2012/01/daftar-situs-yang-akan-mati-suri.html

Sumber:
1. http://andretauladan.blogspot.com/2012/01/daftar-situs-yang-akan-mati-suri.html
2. http://portal.paseban.com/news/5294/sopa>/a>
3.
http://absoluterevo.wordpress.com/2012/01/18/protes-sopa-wikipedia-bahasa-inggris-ditutup-sehari/

Drill Through from Analysis Studio to Report Studio

Saat ini saya sedang mencoba membuat Drill through dari Cube yang saya jalankan di Analysis Studio agar memiliki drill through ke Report Studio (saya menggunakan Cognos v8.4. Berikut langkah-langkahnya:
1. Buat report sebagai TARGET REPORT anda menggunakan Report Studio.
2. Tambahkan filter:
[TANGGAL] in_range ?Tanggal?
disini kita akan melakukan filter berdasarkan tanggal.
3. Selanjutnya kita pastikan drill through untuk report ini telah aktif dengan cara klik:
Data > Drill Behavior >
kemudian pastikan 2 opsi seperti pada gambar berikut telah ter-centang.

4. Simpan target report.
5. Kemudian pada jendela Cognos Connection, pilih Launch > Drill-Through Definitions
6. Pilih cube yang telah Anda buat dan pilih “Create a new drill-through definition”
7. Ketikkan nama drill-through: ‘Detail data’ lalu pilih Next

8. Pada “Set Target” arahkan pada target report.

9. Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar di bawah.

Pilih icon pensil untuk me-mapping parameter yang tadi kita buat.
(sebaiknya memilih Dimensi-nya daripada Level)

10. Klik Finish.
11. Selanjutnya kita akan melihat hasilnya, buka Analysis Studio kemudian buat analisis yang simpel.
12. Lalu klik kanan pada measure (titik pertemuan dari rows dan columns), pilih Go to > Related Links > kemudian pilih drill-definition yang sudah kita buat tadi.

13. selesai.

Untuk tutorial lainnya silahkan mendownload: http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21370597&aid=1

Selamat mencoba :)

Sumber:
1. http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21370597
2. http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/c8bi/v8r4m0/index.jsp?topic=/com.ibm.swg.im.cognos.ug_cra.8.4.0.doc/ug_cra_id23580SetUpDrillParamsAS.html

Catalog Database DB2

Di DB2 ada istilah catalog, mungkin bila didefinisikan catalog ini seperti mengenalkan database ke local system kita, misalnya kita me-remote database DB2 dari server kemudian ingin kita kenalkan ke PC/laptop kita maka kita melakukan 2 proses yaitu proses catalog systemnya kemudian catalog DB nya.

Berikut ini adalah command untuk melakukan catalog di DB2:
1. Catalog Systemnya dulu:
CATALOG TCPIP NODE REMOTE SERVER REMOTE_INSTANCE OSTYPE AIX;
2. Catalog Databasenya:
CATALOG DATABASE AS AT NODE AUTHENTICATION SERVER;

Selain menggunakan command di atas, bisa juga meng-catalog dengan menggunakan GUI DB2 Configuration Assistant.

Selamat mencoba.. :)

DB2 Control Center Doesn’t Appear using DB2CC command (on LINUX)

Pernahkah mengalami error seperti ini:
Xlib: connection to 0.0 refused by server
Xlib: no protocol
saat menjalankan GUI DB2 Control Center (db2cc) pada platform Linux?

Jika iya, maka coba lakukan beberapa langkah berikut ini:
a. login sebagai root
b. tambahkan baris berikut ke file /root/.bashrc
export XAUTHORITY=/home/name/.Xauthority
* “name” diisikan dengan nama user account yang Anda gunakan.

Selamat mencoba.. :)

Installing FixPack on DB2 Enterprise

Kegiatan menginstall fixpack dimaksudkan untuk menaikkan level DB2 sesuai dengan kebutuhan atau pun untuk mendapatkan kestabilan product secara teknis.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menginstall fixpack DB2 dari versi 9.7 FP 0 akan diupgrade ke 9.7 FP 1:
1. Masukkan CD Installer fixpack DB2 9.7.1
2. Buka folder DB2 9.7.1 kemudian double click file setup.exe
3. Pada tampilan DB2 Setup Launchpad, pilih menu Install a Product lalu pilih edition DB2 Enterpise Server Edition, kemudian klik button Work with Existing.

4. Pilih DB2 yang akan diupdate. Lalu klik tombol Launch DB2 Setup Wizard.

5. Lakukan install dengan mengikuti default.
6. Bila proses instalasi telah selesai, ketikkan command berikut dari DB2 Command Window untuk mengecek apakah fixpack telah berhasil terinstall.

7. Selesai.. :)

How to stop one connection to database

Pada database DB2 saat kita akan melakukan backup database offline, maka semua koneksi ke database harus diputus, salah satu caranya dengan melakukan: db2 force application all
Namun, bila kita memiliki lebih dari 1 database dalam mesin dimana database lain tidak boleh terganggu aktifitasnya, maka gunakan command berikut ini:
# db2 force application ( app_handle_id )

–> App_handle_id didapat dari menjalankan: db2 list applications

Selamat mencoba.. (^^)

DB2 Support

Bagi DBA terkadang kita membutuhkan informasi lengkap mengenai konfigurasi database, instance, performance health dsb yang akan kita gunakan untuk melakukan performance tuning ataupun sebagai report. Nah untuk itu berikut ini adalah salah satu sintaks mudah untuk meng-collect semua informasi dari database kita (dalam hal ini kita menggunakan database DB2 ^_^).
Sintaks lengkap dengan penjelasannya bisa dilihat dengan mengetikkan db2support -h pada console DB2.
Simple sintaks yang biasa digunakan adalah: #db2support . –d DBNAME –c

Bila Anda menjalankan sintaks ini maka akan terbentuk 1 folder “db2support.zip” yang contentnya adalah konfigurasi2 dari semua database yang ada di local mesin Anda.

Selamat mencoba.. (^__^)

Get database size on DB2

Untuk melihat size database DB2, kita dapat memanfaatkan sintaks berikut:
1. Connect to database:
# db2 connect to db_name
2. Gunakan sintaks ini untuk melihat size database:
# db2 “call get_dbsize_info(?,?,?,-1)”
Atau
# db2 “call get_dbsize_info(?,?,?,0)”
3. Selesai… :)

Selamat mencoba (^__^)

Infosphere Information Server Installation

Infosphere Information Server merupakan software yang diakuisisi oleh IBM, software ini dapat dikatakan sebagai software yang saling terintegrasi karena didalamnya terdapat beberapa perangkat lain seperti fungsi ETL tools, data cleansing, dlsb.
Untuk melakukan simple installation IS v8 (on Windows) ada beberapa prerequisites yang harus dipersiapkan, antara lain:
1. pastikan di PC anda belum terinstall software Information Server dan software DB2
2. Install C++ Compiler (dapat didownload di: http://msdn.microsoft.com/vstudio/express/visualc/download )
3. Install SDK for windows ( dapat didownload di: http://msdn.microsoft.com/vstudio/express/visualc/usingpsdk/)
4. Persiapkan license file yang valid.

Nah setelah seluruh pre-requisites diatas terpenuhi, maka baru jalankan installasi Information Server. Langkah-langkahnya:
1. Pada installer IS, double click install.exe tunggu hingga muncul welcome screen, klik Next

IS Welcome screen

IS Welcome screen

2. Accept License Agreement, Next
3. Pada jendela Installation and Response File Selection, pilih Install IBM Information Server, klik Next

Installation and Repsonse File Selection

Installation and Repsonse File Selection

4. Pilih direktori yang anda inginkan untuk menginstall.
5. Pada IBM Information Layers, tergantung pada license yang anda miliki. Pilih “Select All”, Next.
6. akan muncul jendela License File Selection, pilih browse dan masukkan file license yang valid.
7. Pada jendela Product Mobile and Component Selection, biarkan defaultnya, klik Next.
8. Installation Type, pilih Typical, Next.
9. Masukkan informasi metadata repository owner, Next
10. Masukkan infromasi Websphere Application Server Administrator, Next
11. Masukkan informasi Information Server Administrator
12. Buat New Project yang anda inginkan
13. Create database untuk Information Analysis
14. Masukkan informasi untuk DB2 instance Owner
15. Click Next hingga muncul Pre-Installation summary. Klik Install.

Installation Summary

Installation Summary

16. Biarkan proses installasi berjalan, proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 1,5-2 jam.
17. Bila proses installasi selesai akan tampil Post Installation Summary, pastikan installasi sukses.

Post Installation Summary

Post Installation Summary

18. Restart PC Anda.

Untuk menggunakan IS, pastikan service WAS dan DB2 anda dalam keadaan Start. Buka Web Console for IBM Information Server atau ketikan link berikut pada browser anda: http://localhost:9080

DB2 case-insensitive

Tahukah kalian, bahwa secara default database DB2 memiliki sifat case-sensitive. Maksudnya case sensitive adalah proses query yang dilakukan memperhatikan penulisan karakter huruf besar/kecil nya. Terkadang hal ini dapat disiasati dengan menambahkan statement UPPER/LOWER. Tapi ada cara lain yaitu dengan menjadikan database Anda case-insensitive.

Di bawah ini adalah contoh database yang case sensitive, saya membuat tabel T1 dengan data didalamnya seperti pada image berikut:

Data pada tabel T1

Data pada tabel T1

Perhatikan bahwa data pada kolom nama memiliki penulisan karakter besar/kecil/campuran. Lalu kita coba select data dengan kondisi seperti berikut:

select data

select data

Output yang dihasilkan hanya 1 data saja.

Bagaimana kalau kita menerapkan database case-insensitive..?

Create a case insensitive database
You can create a case insensitive database similar to the lines of collation_key_bit function to compare strings properly but let database do that comparison instead of using COLLATION_KEY_BIT function.

$ db2 CREATE DB SAMPLE COLLATE USING UCA500R1_S2

$ db2 create database mydb2 collate using UCA500R1_E0_S1
This is case sensitive but accent insensitive and will collate “role” = “rôle” < "Role"

$ db2 create database mydb2 collate using UCA500R1_S1

This is both case and accent insensitive and will collate "role" = "Role" = "rôle"

If you are on DB2 9.5 or later, you can use this collation for case in-sensitive search.

create database mydb2C automatic storage yes on /db2fs USING CODESET UTF-8 TERRITORY US
COLLATE USING UCA500R1_LEN_S1_NX pagesize 16384 autoconfigure apply none ;

You will notice some performance impact due to above since SYSTEM or IDENTITY collation gives the best performance.

Which approach you should take – It really depends upon pros and cons of different approaches as outlined above. If you can define all of your STRING data in all tables with a common DISTINCT TYPE and performance is the criteria and you can not use generated columns, go with the index extension approach as per Knut's UDFs. For simplicity, go with case in-sensitive database but be prepared to sacrifice some performance due to complex UCA algorithm of string compare.

Dengan membuat database case-insensitive, maka output yang dihasilkan dari query sebelumnya adalah:

select case-insensitive db

Nah sekarang terlihat kan bedanya.. :-)
Semoga bermanfaat..

Sumber:
1. http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r5/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.nls.doc/doc/r0050489.html

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.